Sebab-sebab Keberkahan

Keberkahan dapat terjadi pada siapapun: seseorang keluarga masyarakat bangsa Negeri Demikian juga sebaliknya
Keberkahan secara singkat maknanya adalah kebaikan yang banyak
Jalan Menuju Keberkahan diantaranya:

1. Iman dan taqwa

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ ) الأعراف:96 (
Kalau seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertakwa, niscaya Allah turunkan keberkahan dari langit dan bumi

2 .Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab yang penuh berkah, maka barangsiapa yang berinteraksi dengan Al-Qur’an akan mendapatkan keberkahannya, sesuai kadar interaksinya.
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَك
ٌ [الأنعام:92]
كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آيته وليتذكر أولوا الألباب (ص 29 ) قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: البيت الذي يذكر فيه القرآن تسكنه الملائكة وتهجره الشياطين ويتسع بأهله ويكثر خيرًا Rasulullah saw bersabda: “ Rumah yang disebutkan (dibacakan ) Al-Qur’an, maka akan malaikat rahmat tinggal disitu, syetan pergi dan keluarga rumah tersebut mendapatkan keluasan dan banyak kebaikan”

3. Tarbiyah dan Ta’lim
وجعلني مباركا أينما كنت
“Isa alaihi salam berkata, Allah menjadikan aku mendapatkan keberkahan dimana saja aku berada” (QS Maryam 31)
Berkata ahli Tafsir seperti Mujahid, Amru bin Qois dan dan At-Tsauri, tentang keberkahan yang diberikan kepada Isa, “menjadikan aku pengajar kebaikan”
خيركم من تعلم القرآن وعلمه( رواه البخاري) “
Sebaik-baiknya kamu yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an”
Bahkan orang yang rajin belajar dan mengajar akan didoakan mahluk langit dan bumi, bahkan ikan yang di lautpun mendoakannya.

4. Dakwah

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ ( فصلت 33 ) فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ (البخاري )
“Demi Allah melalui kamu seseorang mendapatkan hidayah , lebih baik dari unta merah” (HR Bukhari)

5. Berjamaah
يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَة

ِ ”Tangan Allah berama jama’ah” (HR At-Tirmidz, Al-Baihaqi, Ibnu Hibba dan At-Tabrani).
عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِد
ِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ ”Hendaklah kalian berpegang teguh dengan jama’ah, dan janganlah berpecah belah, karena syetan itu bersama orang yang sendiri, dan dia lebih jauh lagi dengan dua orang. Siapa yang ingin masuk surga, maka hendaklah komitmen dengan jama’ah” (HR At-Tirmidzi).

6. Berjihad

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً سورة النساء 71 – 78، وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ، فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ) (آل عمران الآيات 169- 175)،
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قيل: يا رسول الله ما يعدل الجهاد في سبيل الله؟ قال (لا تستطيعونه) قال: فأعادوا عليه مرتين أو ثلاثا كل ذلك يقول (لا تستطيعونه). ثم قال: (مثل المجاهد في سبيل الله كمثل الصائم القائم القانت بآيات الله، لا يفتر من صيام ولا صلاة، حتى يرجع المجاهد). الستة إلا أبو داود
Dari Abu Hurairah ra dikatakan, wahai Rasulullah saw adakah amal yang bisa menandingi jihad di jalan Allah ? Rasul menjawab: “Tidak bisa”. Penanya mengulang pertanyaannya dua sampai tiga kali, dan selalu dijawab tidak bisa. Kemudian Rasul saw bersabda, “ Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah seperti orang yang senantiasa puasa, sholat malam, patuh dengan ayat-ayat Allah . Tidak pernah lelah dari puasa, sholat sampai mujahid kembali” (HR Sittah kecuali Abu Dawud)

7. Harta yang Halal
إن الله طيب لا يقبل إلا ﻃﻴﺒﺎ
Rasulullah saw bersabda, Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik”

يقول سهل رحمه الله في آكل الحرام: عصت جوارحه شاء أم أبى ومن أكل الحلال أطاعت جوارحه ووفقت للخيرات

Berkata sahl ra pada yang memakan harta haram, “ Anggota badanya bermaksiat, suka atau tidak suka. Siapa yang makan harta halal anggota badanya taat dan mendapat taufik utuk melakukan kebaikan. Wallahu a’lam.

Karena Allah Mencintaimu

Ketahuilah bahwa apa yang Anda baca merupakan hujah bagi Anda, atas dasar bacaan yang Anda baca. Allah telah berfirman:

“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui” ( QS. Az Zumar: 9 )

Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri mengapa Allah memilih Anda, dan bukan orang lain untuk membaca. Tak diragukan lagi karena Allah mencintai Anda. Dia menghendaki kebaikan kepada Andadan menghendaki Anda untuk membaca.

Beramallah, Anda akan mendapat balasan, Anda akan masuk syurga.

Berkata Yahya Bin Muadz, “Perkataan itu baik, namun yang lebih baik dari sekedar kata adalah maknanya, yang lebih baik dari maknanya adalah praktiknya, yang lebih baik dari praktik adalah balasannya, yang lebih baik dari balasan adalah keridhaan Allah yang karenanya kamu beramal”.

Jangan lupa Anda membeli buku kecil ini untuk Anda hadiahkan kepada tetangga, kawan atau untuk Anda sumbangkan ke perpustakaan masjid. Bukan merupakan sifat orang pemurah yang menahan memberi kebaikan kepada tetangga.

Perjanjian

“Aku berjanji kepada Allah, akan menempuh jalan yang diridhai-Nya dengan segenap kemampuanku, hingga aku ridha surga menjadi gantinya. Aku akan bersabar dengan syahwat dunia untuk aku nikmati kelak di akherat. Aku rela lapar hari ini untuk kenyak hari esok, dan aku akan menjadikan hari-hari yang terbilang di bulan Ramadhan ini sebagai titik tolak menuju surga Firdaus yang tinggi, dan lompatanku menuju surga untuk menjadi tetangga para Nabi, para sahabat dan syahid,”

Inilah janjiku kepada Rabb-ku, aku berjanji tak akan ingkar dan menunda selama aku hidup. Sungguh Allah Dialah sebaik-baik penolong dan Maha Pengabul doa. Ya Allah janganlah Engkau lupakan aku dengan janji ini, dan ingatkan aku bila terlupa. Tetapkan aku dalam nikmat hidayah, dan bersegera dalam amal kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, yang Engkau berikan kepadaku di bulan Ramadhan”.

Sebuah Ajakan

Wahai orang yang sekian lama menghilang

Wahai orang yang bertambah jauh dari Allah

Wahai orang yang bergumul dengan dosa

Padahal hari kiamat kian mendekat

Wahai orang yang panjang angan

Wahai orang yang buruk perbuatan

Wahai orang yang manis ucapan namun buruk perbuatan

Wahai orang yang menyia-nyiakan usia, padahal itu yang paling berharga

Wahai orang yang tenggelam dalam dunia, di sanalah berawal dan di sanalah berakhir kiamat

Mari berjanji bersama kepada Allah, dan jangan kita ingkari

Saling mengingatkan, selalu dalam kebaikan dan kesabaran

Mari Bersama-sama Mengamalkan Wasiat ini

Biasakan Dzikrullah Sepanjang Hari.

Berkata Abu Hamzah Al Baghdadi: “Sesuatu yang mustahil bila engkau mencintai Allah kemudian tidak mengingat- Nya, mustahil kau mengingat Allah namun tidak merasakan kenikmatanberzikir, mustahil pula engkau merasakan kenikmatan berzikir kemudian disibukkan dengan selain-Nya.”

Firman Allah:

“Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An- Nisaa: 103)

Perbanyak Istighfar Siang Dan Malam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin bergembira melihat catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar. (Hadits Shahih)

Dalam sabda yang lain:

“Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada kaum muslimin dan muslimat maka Allah akan menuliskan setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan.”

Allah berfirman:

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

(QS. Nuh: 10 )

Baca Al Qur’an dengan Kehadiran Hati

Abdullah Bin Mas’ud berkata:

“Janganlah membaca Al Qur’an seperti membaca syair atau puisi, namun renungkanlah setiap keajaibannya dan gerakkanlah hatimu. Jangan jadikan tujuanmu membaca hanya akhir surat”.

Allah berfirman:

“Bacalah Al Qur’an dengan tartil ( perlahanlahan) ( QS. Al Muzamil: 4 )

Hadir di Masjid Sebelum Adzan

Sofyan Bin Uyainah telah berkata kepada Anda, “Janganlah seperti hamba yang buruk , dia tidak datang kecuali bila dipanggil, datangilah shalat sebelum adzan.

Firman Allah:

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orangorang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103 )

Evaluasi Amal yang Telah Dilakukan

Hasan Al Bashri berkata kepadamu,

“Instrospeksilah dirimu ketika malam menjelang, lihatlah dosa apa yang telah engkau perbuat, bertaubatlah kepada Allah, tidaklah seseorang meninggalkan qiyamullail kecuali karena dosa yang belum ditaubatinya”

Firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu

kerjakan”. ( QS. Al Hasyr: 18 )

Perbanyaklah Sedekah

Adalah Syaikhul Islam Abu Mu’tamar At Taimy tidak berlalu sejenak kecuali ia sudah bersedekah meski dengan sedikit hartanya, bila ia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan maka ia akan mengerjakan shalat dua rekaat karena Allah.

“Berinfaklah dari rezeki kalian.” (QS. Al- Munafiqun: 10 )

Enyahkan Kata “Nanti”

Karena Anda tidak dapat menjamin hidup hingga esok hari, jika Anda masih hidup esok, mungkin ada halangan yang merintangimu untuk melakukan kebaikan.

Seseorang berkata kepada Umar Bin Abdul Aziz ketika melihat raut wajahnya tersirat kelelahan beraktifitas, “Tunda saja sisa pekerjaanmu hingga esok,”

Umar Bin Abdul Aziz kemudian berkata, “Pekerjaan satu hari saja sudah menyibukkanku, bagaimana lagi bila berkumpul dalam dua hari”

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi.” (QS. Al Kahfi: 23 )

Tidaklah penting berapa kali Anda terjatuh dalam dosa, namun yang lebih penting adalah berapa kali Anda bertaubat dan berusaha meninggalkan dosa. Oleh karena itu Abul Jauza memberi kabar gembira kepada kita seraya berkata:

“Sesungguhnya seorang hamba melakukan dosa hingga ia menyesali perbuatannya itu hingga ia dimasukkan ke dalam surga. Kemudian syaithan berkata: “ Celakalah aku, seandainya aku tidak menjerumuskannya kedalam dosa,

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “ (QS. Az Zumar: 53)