Hasan Al Banna

Adakah Jalan Lain?

Ada dua pandangan negatif yang juga melahirkan hasil seperti ini, serta menuntun hati mereka yang memiliki ghirah dengan kuat dan benar.

Pertama, bahwa sekalipun jalan ini sangat panjang dan berliku, tapi tak ada pilihan lain selain ini. Tidak ada jalan selain itu yang dapat ditempuh untuk membangun kejayaan umat dengan benar. Pengalaman telah membuktikan kebenaran anggapan ini.

Kedua, bahwa seorang pekerja pertama kali harus bekerja menunaikan kewajibannya, baru kemudian boleh mengharap hasil kerjanya. Jika ia telah bekerja, berarti ia telah menunaikan kewajiban, dan pasti kelak akan mendapat balasan dari Allah Subhanahahu wa Ta’ala Tak ada keraguan dalam hal ini, selagi syarat-syaratnya terpenuhi. Sedang masalah hasil, itu terserah kepada Allah Subhanahahu wa Ta’ala Boleh jadi peluang kemenangan itu datang tanpa terduga, sehingga ia memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan penuh berkah.

Sementara bila ia tidak bekerja, ia akan mendapat dosa karena tidak berbuat, ia juga akan kehilangan pahala jihad, dan tentu saja dia sama sekali tidak akan mendapatkan hasil di dunia. Jadi, manakah di antara kedua golongan itu yang terbaik?

Al Quran Suci telah menandaskan itu dengan jelas,

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa?”. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpalkan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (Al A’raf: 164-165)