Musthafa Muhammad Thahan

Amal Thullabi di Asrama Mahasiswa

Asrama Mahasiswa adalah tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari daerah atau negara lain. Bentuk dan keadaannya berbeda di masing-masing daerah atau negara. Ada yang tertutup (dalam lingkungan kampus/satu lokasi) dan memiliki peraturan serta pengawas khusus yang ditetapkan oleh universitas/ fakultas, ada yang berpencar meskipun tetap mengikuti aturan kampus, atau bangunan/rumah yang disewa oleh para mahasiswa sendiri secara kolektif atau organisasi, dan lain-lain.

Urgensi Da’wah di Asrama Mahasiswa

  1. Asrama mahasiswa adalah tempat berkumpulnya mahasiswa secara permanen, berinteraksi satu dengan yang lain hampir sepanjang hari.
  2. Interaksi mereka terjadi secara intensif dan kental, maka akan lebih mudah mengenal kepribadian, kelebihan dan kekurangan setiap orang, juga sangat mungkin untuk mengenal bakat, potensi dan keahlian mereka.
  3. Asrama adalah benteng mahasiswa tempat mereka mengatur dan melaksanakan aktivitas dan memperjuangkan hak-hak mereka tanpa campur tangan pihak luar.
  4. Asrama adalah tempat yang kondusif u ntuk aktivitas tarbawi, karena dapat menghasilkan buah yang lebih baik kader maupun pemimpin masa depan.
  5. Asrama adalah tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah, spesialisasi, jurusan, beragam hobi, kecendrungan, pemikiran dan tsaqafah. Oleh karena itu ia adalah bidang garapan yang sangat baik untuk saling menimba pengalaman dan berinteraksi.
  6. Asrama sangat berguna untuk mengkoordinasikan amal thullabi di kampus dan bertukar pengalaman, karena para qiyadah amal thullabi menetap di sana.

Arahan bagi Amal Thullabi di Asrama Mahasiswa

  1. Aktivis amal thullabi harus memberikan perhatian yang besar terhadap asrama mahasiswa maupun mahasiswi dengan membuat langkah-langkah kerja, mengerahkan potensi, dan mengontrol pelaksanaan semua program di dalamnya.
  2. Harus dibentuk panitia khusus yang bertanggungjawab terhadap hal-hal yang disebutkan pada (no. 1), termasuk mengoptimalkan hasil kerja untuk kepentingan da’wah.
  3. Langkah-langkah kerjanya haru s sesuai dengan tujuan-tujuan berikut ini: ‘Amal tarbawi: mencetak syakhsiyah islamiyyah dan mentransfer fikroh. Menggali potensi, bakat, dan kemampu an, serta mengoptimalkannya.  Tersebarnya da’wah dan terbentuknya jaringan sosial yang luas dan menghubungkan para mahasiswa dari berbagai daerah, kota, ataupun negara, serta menghubungkan mahasiswa dari berbagai tingkatan sosial, wawasan, bahkan berbagai aliran pemikiran.
  4. Meskipun para mahasiswa diberi keleluasaan di asrama untuk melakukan aktivitas dan menggunakan sarana, sebaiknya ada pengaturan kegiatan-kegiatan tertentu yang dapat mengoptimalkan waktu di luar jam kuliah. Manfaatkan tempat-tempat berkumpul mahasiswa seperti: kantin, lapangan, masjid, perpustakaan, dan lain-lain.
  5. Amal thullabi juga harus mencakup waktu libur, dengan melaksanakan kegiatan seperti rihlah, mukhayyam, dan lain-lain, termasuk kegiatan libur panjang. Perlu juga diupayakan kunjungan ke daerah asal mereka jika memungkinkan.
  6. Para kader harus sering berpencar di tengah para mahasiswa untuk membina hubungan yang kuat dengan mereka dengan meluangkan waktu menghadiri tempat mereka berkumpul.
  7. Amal thullabi di asrama harus berusaha menggali potensi, bakat, dan kemampuan mahasiswa, kemudian mengembangkan, mendorong, mengarahkan, dan mengoptimalkannya untuk amal thullabi. Di samping itu amal thullabi juga harus memperhatikan penyiapan pemimpin dan melatihnya.
  8. Para mahasiswa yang menetap di asrama akan menyebar ke berbagai daerah sekitar kampus atau daerah lain pada waktu libur, atau setelah mereka lulus. Oleh sebab itu, amal thullabi wajib menyebarkan fikroh yang shahih kepada mereka, menanamkan nilai-nilai Islami, dan mendorong mereka untuk beramal dan melakukan perbaikan. Setiap mahasiswa mungkin saja menjadi tunas bagi da’wah tarbiyah di kampung atau daerahnya masing-masing jika ia dibina dengan baik dan diarahkan untuk selalu beramal.
  9. Amal thullabi harus memperhatikan problematika mahasiswa sehari-hari dan tuntutan mereka yang proporsional, kemudian turut andil dalam membantu penyelesaiannya di dalam atau di luar asrama, bahkan selayaknya amal thullabi berada di garis terdepan dan berinisiatif untuk melakukannya.
  10. Mendorong para mahasiswa/mahasiswi asrama yang berprestasi dengan membantu mereka dalam tugas-tugas ilmiah (termasuk skripsi), memberikan suasana yang kondusif untuk belajar dan berprestasi, serta memberikan contoh yang baik melalui para pemimpin amal thullabi yang berhasil dalam studinya.