Abdullah Haidir

Bagaimana Cara Menyambut Ramadhan?

1. Bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan

Setiap muslim yang benar keimanannya dan selalu mengharap rahmat Allah, semestinya bergembira untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Sebab di bulan Ramadhan, Allah sediakan begitu banyak rahmat dan keutamaan yang sangat berharga.

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

Rasa gembira ini akan mendorong seorang muslim semangat beramal kebaikan, tak mudah mengeluh dan bermalas-malasan.

2. Mensucikan diri

Hal tersebut dilakukan dengan bertaubat kepada Allahdari segala dosa serta meninggalkan maksiat. Setiap orang hendaklah mengoreksi lembaran-lembaran kehidupannyasebelum Ramadhan tiba.

Karena kemampuan seseorang meraih keutamaan Ramadhan lewat ibadah dan amal saleh serta taqarub kepada Allah, sangat erat kaitannya dengan bersihnya hati dari segala maksiat dan noda.

Allah Ta’ala berfirman, “Beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 5-6)

2. Menyusun agenda

Sebagaimana seorang pedagang cerdik yang menggunakan kesempatan sebaik-baiknya saat perdagangan sedang ramai, maka begitu jugalah seharusnya seorang muslim. Dia menyusun agenda kerja yang terpadu dalam rangka beramal saleh yang dilakukan dengan disiplin selama bulan Ramadhan sehingga dapat mengambil keuntungan setiap saat yang terdapat di dalamnya.

Agenda kegiatan ini pun dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sejauh mana seseorang telah melaksanakan agenda kebaikannya sesuai target yang telah dicanangkan.

3. Berdoa

Seseorang diperintahkan untuk mengusahakan agar dirinya selalu berada dalam ibadah kepada Allah. Namun pada akhirnya, taufiq dari Allah yang paling menentukan.

Maka hendaknya dia berdoa semoga Allah memberinya kemudahan dalam berpuasa dan beribadah di dalamnya lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, serta melakukan setiap perbuatan yang diridhai-Nya dan dijauhkan dari segala sesuatu yang dapat merusak puasanya, atau mengurangi pahalanya.