Maulana Muhammad Asri Yusoff

Hubungan Antara Rafidhah dengan Syi‘ah

1. Imam Adz Dzahabi (wafat 748 H) menulis di dalam kitabnya Mizan Al I’tidal. Kata beliau: “Bid’ah terbagi dua:

  1. Bid’ah kecil seperti berpemahaman Syi’ah dengan tidak ekstrim (umpamanya melebihkan Sayidina Ali dari Sayidina Utsman Radhiyallahu ‘Anh). Golongan seperti ini banyak di kalangan tabi’in dan tab’i at-tabi’in. Mereka adalah golongan yang kuat beragama, wara’ dan benar. Jika riwayat orang yang seperti ini ditolak, tentulah akan kehilangan sejumlah besar dari aatsar nabawiyah dan ini adalah satu kerusakan yang nyata.
  2. Bid’ah besar seperti berpemahaman rafdh dan terlalu memuja-muja Sayidina Ali dan merendah-rendahkan Sayidina Abu Bakar dan Umar di samping menyeru orang lain kepada pemahaman mereka. Golongan Syi’ah yang ekstrim seperti ini tidak bisa dijadikan hujjah dan tidak bisa dihormati, apalagi hari ini saya tidak menemui seorang pun dari golongan ini yang benar dan bisa dipercayai karena bohong telah menjadi syiar mereka, taqiyah dan nifaq telah menjadi selimut mereka.” (Adz Dzahabi, Mizan Al I’tidal, jilid 1, halaman 5-6) Imam As Suyuthi juga telah menukilkan kata-kata Adz Dzahabi ini di dalam kitabnya Tadrib Ar Rawi. Selepas menukilkan kata-kata Adz Dzahabi ini, Imam As Suyuthi menuliskan begini; “Apa yang dikatakan oleh Adz Dzahabi itulah yang betul dan tidak halal seseorang Muslim mempercayai selain dari apa yang dikatakannya itu.” (As Suyuthi, Tadrib Ar Rawi, jilid 1, halaman 327)

2. Imam Sya’bi (wafat 103 H) berkata: “Tidak pernah kulihat golongan yang lebih bodoh dari Syi’ah. Sekiranya mereka binatang berkaki empat tentu mereka keldai dan sekiranya mereka dari kalangan burung, tentu mereka ini burung oreng. Yahudi dan Kristian lebih baik dari golongan rafidhah ini karena dua sifat mereka yaitu: Jika kamu bertanya orang-orang Yahudi: “Siapakah orang-orang yang terbaik di antara pengikutpengikut agama kamu?” Mereka akan menjawab: “Shahabat-Shahabat Nabi Musa.” Sekiranya kamu bertanya orang-orang Kristian: “Siapakah yang terbaik di antara penganut-penganut agama kamu?” Mereka akan menjawab, “Hawari (Shahabat-Shahabat) Nabi Isa.” Tetapi jika kamu bertanya golongan Rafidhah: “Siapakah orang yang paling jahat di antara pengikut-pengikut agama kamu?” Mereka akan menjawab: “Shahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” Mereka disuruh supaya beristighfar untuk para Shahabat tetapi sebaliknya mereka mengutuk Shahabat-Shahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam” (Minhaj As Sunnah, jilid 1, halaman 7)

3. Yazid bin Harun (wafat 206 H) berkata: “Bisa dicatat hadits dari semuan ahli bid’ah yang tidak menyeru kepada bid’ahnya, kecuali Rafidhah.” (As Suyuthi, Tadrib Ar Rawi, jilid 1 halaman 327)

4. Syarik (wafat 177 H) berkata: “Terimalah hadits dari semua orang yang engkau temui kecuali Rafidhah.” (Ibid)

5. Ibnu Al Mubarak (wafat 181 H) berkata: “Jangan kamu meriwayatkan dari Amar bin Tsabit karena dia selalu memburuk-burukkan Shahabat.” (Ibid)