Abdullah Haidir

Hukum dan Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih sangat dianjurkan (sunnah mu’akkadah). Pelaksanannya pada awal malam selama bulan Ramadhan, sesudah shalat Isya.

Shalat Tarawih juga digolongkan sebagai shalat malam (qiyamullail). Karena itu, keutamaan shalat tarawih dapat dinilai dari keutamaan shalat malam yang banyak disebutkan dalam ayat-ayat dan hadits-haditsRasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Di antaranya firman Allah Ta’ala:

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. dan di akhirakhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariat: 17-18)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Maka, jika shalat malam secara umum memiliki keutamaan yang besar, apalagi jika shalat tersebut dilakukan pada bulan Ramadhan; bulan yang paling utama dari bulan-bulan yang ada.

Hal tersebut semakin dikuatkan dengan kenyataan bahwa bulan Ramadhan bukan hanya dikenal sebagai syahrush-shiyam (bulan puasa), tetapi juga dikenal sebagai syahrul-qiyam (bulan ibadah shalat).

Maka hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menerangkan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan sepadan dengan keutamaan shalat malam di bulan tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Siapa yang puasa (di bulan) Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq alaih)

Beliau juga bersabda:

“Siapa yang beribadah (shalat) (di bulan) Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq alaih)