Abdul Halim Abu Syuqqah

Kepribadian Wanita: Sarah Istri Ibrahim

Di dalam Al Qur’an disebutkan beberapa kepribadian wanita yang mempunyai kedudukan terpandang. Mereka terkenal pada masa nabi-nabi terdahulu. Begitu pula halnya dalam Sunnah, banyak ditemukan kisah-kisah para sahabat wanita yang mulia di samping kepribadian dua orang wanita terpandang dari zaman Ibrahim ‘Alaihis Salam.

Saya kira kisah-kisah mengenai para wanita suci ini akan lebih memperjelas keterangan tentang kepribadian wanita muslimah yang telah dibebaskan dan diangkat kedudukannya oleh Islam sehingga banyak dari mereka yang telah mencapai tingkat kesempurnaan yang sangat tinggi.

Sarah Istri Ibrahim ‘Alaihis Salam

1. Kecantikan yang Luar Biasa

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh berkata: “Rasulullah saw. bersabda: ‘Ibrahim ‘Alaihis Salam hijrah bersama Sarah. Dia memasuki satu desa yang dikuasai oleh seorang raja yang tergolong tirani. Dikabarkan kepadanya bahwa Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik.[1] Lalu raja itu memanggilnya.” (HR Bukhari dan Muslim)[2]

2. Tenang Menghadapi Cobaan

Hadits berikut ini merupakan lanjutan hadits di atas. Lalu raja itu menyuruhnya datang menghadap. Utusan itu bertanya: “Wahai Ibrahim, siapakah perempuan yang bersamamu ini?” Ibrahim menjawab: “Saudaraku.” Kemudian Ibrahim menemui Sarah dan berkata: “Ucapanmu jangan berbeda dengan ucapanku, sebab aku telah memberitahu mereka bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Demi Allah (aku terpaksa berdusta) karena di sini tidak ada orang mukmin selain aku dan kamu.” Kemudian raja mengirim utusan untuk membawa Sarah.

3. Penuh Tawakal kepada Allah

Lanjutan hadits di atas, kemudian raja mengirim utusan kepada Ibrahim untuk membawa Sarah. Lalu raja berdiri ke dekat Sarah, sementara Sarah berdiri untuk berwudhu, lalu shalat. Sarah berdoa: “Ya Allah, seandainya aku beriman kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan Engkau menjaga kemaluanku kecuali terhadap suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan orang kafir atas diriku.” Raja seperti orang sekarat dengan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur dan kakinya bergerak-gerak.

4. Pintar dan Memahami Risiko yang Dihadapi

Lanjutan hadits di atas, Sarah berkata: “Ya Allah, jika dia mati, maka orang akan berkata: ‘Dialah yang telah membunuhnya.’ Maka sadarkanlah dia.” Kemudian raja berdiri menghampiri Sarah, dan Sarah juga berdiri untuk berwudhu dan shalat, kemudian berdoa: “Ya Allah, seandainya aku beriman pada-Mu dan pada Rasul-Mu dan Engkau menjaga kemaluanku, kecuali terhadap suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan orang kafir ini atas diriku.” Raja kembali seperti orang sakarat, mendengkur, dan menggerak-gerakkan kakinya. Kemudian Sarah berkata: “Ya Allah, jika dia mati, maka orang akan berkata: ‘Sarah telah membunuhnya.'” Maka sadarkanlah dia untuk kedua dan ketiga kalinya.

5. Allah Memuliakan Sarah

Lanjutan hadits di atas, (melihat keadaan dirinya) raja berkata: “Demi Allah, yang kalian kirim kepadaku ini hanyalah setan. Kembalikanlah dia kepada Ibrahim dan berikanlah Hajar kepadanya.” Lalu Sarah kembali kepada Ibrahim ‘Alaihis Salam seraya berkata: “Tahukah kamu bagaimana Allah menghinakan si kafir itu dan memberi kita seorang pelayan?” (HR Bukhari dan Muslim)[3]

6. Ikut Menerima Tamu dan Berita Gembira dari Para Malaikat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: ‘Salaman (selamat).’ Ibrahim menjawab: ‘Salamun (selamat)’, maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ihrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: ‘Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth. ‘Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Ya’qub. Istrinya berkata: ‘Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. ‘Para malaikat ini berkata: ‘Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Ini adalah) rahmatAllah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.'” (Hud: 69-73)


[1] Gambaran tentang kecantikan Sarah terdapat dalam sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berbunyi: Yusuf (dan ibunya) diberi sebagian kecantikan. Maksudnya Sarah. Lihat Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, hadits no. 1074.

[2] Bukhari, Kitab: Jual beli, Bab: Membeli budak dari orang kafir yang harus diperangi, menghibahkan dan memerdekakannya, jilid 5,hlm. 316. Muslim, Kitab: Keutamaan-keutamaan, Bab: Keutamaan Ibrahim ‘Alaihis Salam, jilid 7, hlm. 98.

[3] ibid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>