Fathi Yakan

Pergerakan Islam: Misi, Karakter, dan Perlengkapannya (1)

1. Misi Pergerakan Islam

Yaitu penghambaan manusia kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat dengan memperjuangkan tegaknya masyarakat Islam yang mengambil hukum-hukum dan ajaran-ajaran dari Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya.

Pergerakan Islam adalah sebuah organisasi internasional yang berkembang agar mewadahi seluruh aktivis di kancah perjuangan Islam di setiap kawasan bumi.

Untuk mewujudkan tujuan ini, pergerakan Islam menyampaikan dakwah Islam yang murni dan jernih, relevan dengan zaman serta segala tuntutan dan konsekuensinya, mengajak manusia untuk mengikuti dakwah, dan menyiapkan mereka agar mengimaninya, berjuang untuknya, dan berjihad di jalannya.

Salah satu konsekuensinya adalah memerangi imperialisme, peninggalan-peninggalannya, pemikiran-pemikirannya, dan falsafah-falsafahnya baik Timur maupun Barat, sehingga umat Islam meraih kembali jati dirinya yang independen dan orisinal.

Pergerakan Islam –sejak awal berdirinya- memiliki perhatian yang kuat untuk menghilangkan puing-puing bid’ah dan khurafat dari ajaran Islam, lantas menyuguhkannya kepada masyarakat dalam formatnya yang bercahaya dan bersih yang selaras dengan keagungan dan kebesarannya.

Pergerakan Islam meyakini bahwa hukum-hukum dan ajaran-ajaran Islam itu lengkap mengatur seluruh urusan manusia dalam segala bidang.

Ia menganggap bahwa kaidah paling fundamental yang menjadi pilar berdirinya Islam sepanjang sejarah umat manusia adalah kaidah “Tidak ada Ilah selain Allah” artinya mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam uluhiyah dan hakimiyah (kehakiman)-Nya. Pengesaan-Nya ini terimplementasi dalam bentuk akidah di hati dan ibadah dalam kegiatan ritual, dan syariat dalam realitas kehidupan.

Pergerakan Islam meyakini bahwa pada ajaran Islam terdapat kekuatan signifikan untuk membangkitkan kaum Muslimin, menyelamatkan dunia, dan membebaskan orang-orang yang lemah dari penindasan orang-orang zalim, sampai tidak akan ada lagi fitnah dan seluruh agama ini hanya diperuntukkan bagi Allah.

Pergerakan Islam memandang bahwa tindakan mengadopsi sistem-sistem kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan sistem-sistem produk manusia lainnya sebagai peningkaran terhadap ajaran Islam yang agung, pengingkaran terhadap Allah Rabb Semesta Alam, perjalanan yang tidak diiringi petunjuk, kesesatan yang tiada bandingannya, pembuangan energi, dan penyia-nyiaan waktu.

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Al Imran : 85)

Imam Al Banna telah menjelaskan secara global mengenai misi pergerakan Islam.

“Misi kita secara ringkas adalah menghadang laju gelombang pasang peradaban materi, kesenangan dan nafsu yang telah menyeret bangsa-bangsa Islam sehingga menjauhkannya dari kepemimpinan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan petunjuk Al Quran; menghalangi alam dari sentuhan cahaya petunjuk, menunda kemajuan beratus-ratus tahun, sampai mereka angkat kaki dari tanah air kita dan bangsa kita terbebas dari derita yang mereka timbulkan. Kita tidak akan berhenti sampai disini saja, lebih dari itu kita akan mengejar mereka sampai ke tanah air mereka, memerangi mereka di rumah mereka sendiri, sampai seluruh alam ini mengumandangkan nama Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, seluruh dunia meyakini ajaran-ajaran Islam dan naungan Islam yang hijau tersebar di seluruh permukaan bumi. Pada saat itulah, semua yang didambakan oleh seorang Muslim terwujud, tidak ada lagi fitnah dan seluruh agama diperuntukkan hanya untuk Allah.

… bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Ar Rum : 4)

Inilah misi kita secara global. Adapun sebagian perinciannya adalah, hendaknya di dalam umat ini bisa tegak :

a. Sistem pemerintahan internal, dengannya bisa terlaksana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. (Al Maidah : 49)

b. Sistem hubungan internasional, dengannya akan terwujud pernyataan Al Quranul Karim,

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu (Al Baqarah : 143)

c. Tatanan aplikatif di bidang kehakiman, yang diambil dari ayat Al Quran,

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima denngan sepenuhnya (An Nisa : 65)

d. Sistem pertahanan dan kemiliteran, yang bisa mewujudkan tujuan mobilitas umum.

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. (At Taubah : 41)

e. Sistem perekonomian, yang bersifat mandiri berkaitan dengan kekayaan, harta, negara, dan individu, yang landasannya adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaannmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. (An Nisa : 5)

f. Sistem pendidikan dan pengajaran, yang bisa memberantas kebodohan dan melaksanakan keagungan wahyu dalam ayat Al Quran yang pertama kali diturunkan,

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakannya. (Al Alaq : 1)

g. Tatanan mengenai keluarga dan rumah tangga, yang melahirkan anak-anak Muslim, gadis Muslimah, dan lelaki Muslim, yang bisa mewujudkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (At Tahrim : 6)

h. Tatanan individu, dalam perilakunya yang khas bisa mewujudkan kebahagiaan yang dimaksudkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (As Syams : 9)

i. Spirit umum yang mewarnai setiap individu umat, baik penguasa maupun rakyatnya, dengan berlandaskan firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. (Al Qashash : 77)

j. Kita menghendaki wujudnya individu, Muslim, rumah tangga Muslim, bangsa Muslim, pemerintahan Muslim, negara yang memimpin negara-negara Islam dan mampu menghimpun kaum Muslimin yang terpecah-pecah, mengembalikan kemuliaan mereka, mengembalikan tanah air mereka yang hilang dan negeri-negeri mereka yang dirampas dan dirampok, kemudian membawa panji jihad dan dakwah ilallah, sehingga dunia ini merasakan kebahagiaan dengan ajaran-ajaran Islam. (dari risalah Tahta Rayatil Quran, Al Imam Asy Syahid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>