Sayyid Sabiq

Qadar: Kehendak Tuhan dan Kehendak Hamba

Mungkin ada orang yang bertanya : Apabila Allah telah memberikan kebebasan dan hak memilih, lantas apa maksud firman Allah di dalam Al-Qur’an:

“Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS 81:28-29)

Pertanyaan di atas kami jawab sebagai berikut:

Maksud ayat di atas  adalah bahwa manusia tidak akan menginginkan sesuatu kecuali bila yang diinginkan itu berada dalam batas-batas kehendak Allah. Jadi kehendak manusia bukanlah kehendak yang berdiri sendiri, lepas dari kehendak Allah. Sementara itu Allah telah berkehendak untuk manusia agar ia memilih salah satu dari dua jalan, yaitu jalan petunjuk atau jalan kesesatan. Apabila ia telah memilih jalan yang pertama, maka ia berada dalam lingkaran kehendak Tuhan. Dan apabila ia memilih jalan yang kedua, maka ia juga berada dlam lingkaran kehendakNya.

Semua ayat diatas dalam Al-Qur’an yang serupa ini pengertiannya tidak akan lepas dari penjelasan yang telah kami kemukakan di atas.