Iman Santoso

Zaman Rekayasa dan Pencitraan

Allah berfirman,

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ “

“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar(rekayasa) yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” (QS Ibrahiim 46).

Sekarang segala sesuatunya dapat direkayasa dan dibuat pencitraan. Dengan rekayasa, yang baik jadi buruk dan yang buruk jadi baik. Yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah. Dengan pencitraan, yang baik tertutupi menjadi buruk dan yang buruk dipoles menjadi baik. Yang benar dikaburkan menjadi salah dan yang salah dihias menjadi benar.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Yang berkuasa adalah pemilik media dan orang yang berharta.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Yang kalah dalam pemilihan bisa jadi menang dan yang menang bisa kalah.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Yang korupsi direkayasa menjadi bebas dan yang bersih direkayasa menjadi koruptor dan berakibat pada rusaknya citra.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Yang teroris direkayasa menjadi pejuang dan yang pejuang direkayasa menjadi teroris.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Angka-angka, fakta-fakta dan data-data dapat diputar balikan. Yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan yang nikah dibully jadi buruk, yang berzina dihiasi jadi baik.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Nilai, ujian, tes, seleksi semuanya bisa direkayasa yang lulus jadi tidak lulus dan yang tidak lulus jadi lulus.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan. Kejujuran, kesederhanaan, kebaikan dan ketaatan dipinggirkan, sedangkan kebohongan, kerakusan, keburukan dan kecurangan dimuliakan.

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan, waspadalah karena sifat utama Dajjal adalah membuat rekayasa dan pencitraan (dusta). Surga direkayasa jadi neraka dan sebaliknya neraka direkayasa jadi surga. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Maukah aku ceritakan berita tentang Dajjaal, sesuatu yang pernah diceritakan setiap nabi pada kaumnya. Dajjaal adalah buta, dia datang dengan sesuatu seperti surga dan neraka. Apa yang dikatakan surga adalah neraka.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan, hati-hatilah terhadap fitnah Dajjal dan anak buahnya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengingatkan, “Selain Dajjaal ada yang lebih aku takuti atas umatku selain Dajjaal. Aku bertanya,” Ya Rasulullah, apakah yang engkau takutkan atas umatmu selain Dajjal?” Rasul menjawab,”Para pemimpin yang sesat” (HR Ahmad).

Sekarang jamannya rekayasa dan pencitraan, hanya kematian yang tidak dapat direkayasa. kita akan mati, dan akan mempertanggungjawabkan amalnya di akhirat. Allah tidak dapat direkayasa, begitu juga para malaikat. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS Yaasiin 56).